Tampilkan postingan dengan label ARTICLE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARTICLE. Tampilkan semua postingan

AJAK ANAK BERMAIN DI ALAM TERBUKA YUK PARENTS...

 
Belakangan ini, banyak anak-anak yang lebih memilih bermain video games dengan gadgetnya. Jangan sampai itu terjadi, ya Parents ! Karena ada baiknya anak-anak diajak beraktivitas di alam terbuka. Mau tau manfaatnya apa saja ? 
 
 
 -  Beraktivitas di alam terbuka baik untuk kesehatan. Terutama ketika bermain di pagi hari karena panas matahari pagi amat baik bagi tubuh karena mengandung Vitamin D yang bagus untuk tulang.
 
 - Dengan bermain di taman maupun alam terbuka, anak akan bertemu dengan teman sebaya sehingga dapat mengembangkan kehidupan sosial anak, kemampuan bahasa dan rasa percaya diri nya.
 
 
 
- Bermain di taman bermain meningkatkan kemampuan penglihatan anak karena bentuk, warna dan objek yang dilihat anak di alam terbuka sangat bervariasi.
 
- Pengenalan  sejak dini pada anak dengan nama-nama binatang maupun serangga kecil yang biasanya berkeliaran bebas di taman.
 
 
Nah, banyak kan manfaatnya...
Oleh sebab itu, Yuk kita luangkan waktu untuk mengajak buah hati pergi ke taman.
Panjat pohon yang tidak terlalu tinggi, peganglah batu, berlombalah dengan anak Anda misalnya lomba lari sambil meraih benda-benda tertentu di taman. 
Jika Anda memiliki taman yang besar di rumah, siapkan permainan untuk mengambil stik yang telah disembunyikan dan di sebarkan di seluruh taman.
Ketika hujan, tetaplah ajak anak bermain, misalnya pakaikan mereka jas hujan lalu tetap ajaklah mereka bertualang bersama di taman atau ajaklah mereka berjalan menikmati hujan.

 
Have Fun, Parents !
 
 


Mari Bernyanyi !


Illustration from Titanui.com


Hai Parents, seberapa sering kita bernyanyi untuk buah hati tercinta? tidak harus bersuara merdu,kok. Yang penting, kita menyanyikan banyak lagu untuknya agar kosakata yang diingat buah hati makin banyak. Yup, menyanyi tidak sekedar media menenangkan bayi atau membuat balita cepat tidur saja.


Ini dia beberapa manfaat bernyanyi lagu-lagu anak untuk tumbuh kembang si kecil:

* Buah hati dapat belajar bahasa, berhitung, mengenal benda, sekaligus menambah kosa kata melalui lirik lagunya.

* Lewat bernyanyi, aktivitas motorik halus dan motorik kasar anak dapat lebih terstimulasi.

* Berkomunikasi melalui lagu akan membuat hati si kecil senang serta informasi bisa diserap dengan mudah. Contohnya dengan menyanyikan lagu Nina Bobok setiap kali akan tidur malam membuat si kecil paham bahwa sudah waktunya untuk naik ke tempat tidur. Atau, jika ingin menasehati si kecil untuk segera mandi dan membereskan tempat tidur, coba nyanyikan lagu Bangun Tidur ciptaan Pak Kasur. Anak-anak akan lebih mudah menangkap pesan yang Mommy sampaikan dengan bernyanyi.

“GOOD JOB!.. ANAK MAMA PINTAR”

“KAKAK!! ADUH..” kata-kata dan gertakan seperti itu yang sering kita dengar ketika anak melakukan kesalahan atau ketidaksengajaan, seperti menumpahkan makanan yang membuat berantakan, merusak suatu benda, seringkali orangtua langsung menegur atau memarahinya. Beda pada saat anak melakukan suatu hal yang baik  , seperti membuang sampah ke tempatnya, membereskan mainan setelah selesai bermain, orangtua suka lupa mengucapkan suatu hal yang bisa menyenangkan hati anak dan membuat anak ingin melakukan hal itu lagi seperti memberikan apresiasi kepada anak dan mengucapkan “terima kasih sudah membantu mama dengan membereskan mainan mu sendiri”.

Kebanyakan orang tua hanya melihat atau bereaksi pada saat anak melakukan hal-hal yang dianggap salah. Sebaliknya ketika anak melakukan suatu hal yang baik, orangtua seringkali tidak memperhatikan. Orangtua sering mengganggap bahwa perilaku baik itu memang harus dilakukan. Padahal sesungguhnya perilaku baik adalah hal yang harus diajarkan dan dibiasakan. Karena itulah anak perlu diberikan motivasi dan apresiasi dari orangtua. Sekecil apapun apresiasi dari mama dan papa sangat berpengaruh besar untuk anak.
Apresiasi yang dapat diberikan, bisa berupa :
  1. Berbentuk pujian.
  2. Pelukan dan ciuman.
  3. Pemberian hadiah yang sederhana.
Apresiasi juga dapat memunculkan dan mengembangkan percaya diri yang dimiliki anak. Semakin sering orangtua memarahi atau menasehati anak, maka anak akan seperti “memberontak” dengan melakukan hal-hal yang orangtuanya tidak suka. Karena mereka akan berfikir untuk mendapatkan perhatian dari orangtuanya, ia harus melakukan hal-hal yang tidak baik. 

So Mom and Dad, give your appriciate start from now.

CHILDREN-PARENTS PRECIOUS MOMENT


"Mom, mau main sepeda"
"Tidak boleh, diluar panas"
"Kalau gitu terbangin pesawat"
"Nanti ya mommy lagi repot"
"Kakaak.. itu kursinya kenapa dibalik?" "Mainannya kenapa dikeluarkan semua" "Nggak boleh naik naik ya" "Jangaaan..." "Diam diam disini dek, kamu nggak lihat bunda lagi ngetik"

**

Kalimat kalimat demikian baragkali tidak asing lagi ya bagi parents. Anak anak yang sulit diam dan cenderung super aktif, seringkali membuat Anda kewalahan. Lantas, apakah ini pertanda negatif? Tidak. Bahkan sebaliknya. Banyak gerak membuat anak cerdas karena gerak membuat anak terlatih. Semakin sering dilatih, fungsi otak akan berkembang, demikian yang diutarakan Anne Gracia, seorang konsultan neuroscience terapan dari Smart Brain Energy.

Bagi anak anak, bermain merupakan aktivitas paling menyenangkan. Melalui bermain, anak memiliki kesempatan luas untuk bereksplorasi dan berimajinasi secara aktif. Orangtua biasanya menyaksikan anaknya bermain dan ikut merasa gembira. Namun di waktu waktu lain saat orangtua punya kesibukan lain, atau sedang lelah dan bosan sedang anak belum terlihat lelah malah semakin lincah, mereka biasanya akan menghela nafas dan mengerutkan kening.

Lalu bagaimana Anda seharusnya bersikap?

Images by Wallcoo 

1. Bagaimanapun lelahnya Anda atau kompleksnya pikiran Anda, berusahalah agar tetap tenang dihadapan anak anak. Jika sikap anak berpengaruh pada keadaan emosional Anda, sebaiknya Anda menyingkir sebentar untuk menenangkan diri dan berpikir bagaimana selanjutnya Anda mengambil sikap. Anak anak biasanya memiliki kepekaan yang baik terhadap sikap orangtuanya. Jika Anda sedang tidak bersikap hangat, anak pun biasanya tidak terlihat seceria biasanya. Saat Anda bersemangat, anak Anda pun dapat terlihat lebih excited.

2. Beri anak Anda ruang yang luas dan kebebasan memilih. Mulailah berpikir untuk menjadi orangtua yang tidak banyak mendikte dan menggunakan kata kata larangan. "Jangan kesitu dek, banyak kecoak", sebaiknya: "disitu kotor dek, gimana kalau disini saja..Bunda mau buat pesawat kertas ah!" "Jangan diberantakin! Itu sudah Mommy beresin", gantilah dengan, "kamu butuh apa kak? O yang itu? Boleh.. Mom bantu ambil ya.. tapi nanti kalau sudah selesai digunakan, kakak rapikan lagi, setuju?" Jika memungkinkan, rancang ruang bermain yang nyaman dan aman dimana anak dapat bebas berekspresi dan melakukan apapun yang dia mau sejauh itu positif.

Terlalu banyak peringatan dan larangan, selain membuat anak jenuh juga dapat membatasi kreatifitasnya. Bisa bisa ia meniru orangtua dan bersikap bossy, apalagi kalau sampai tertanam hingga dewasa dan menjadi diktator. Jika ingin membuat sebuah warning, pikirkan dahulu apakah akan berguna dan berharga. Pikirkan pula kalimat yang akan Anda gunakan, tidak perlu gunakan kata "tidak" dan "jangan" berlebihan. Anak bisa pula frustasi dan justru banyak melanggar.

Beri anak pilihan, ia ingin melakukan apa. Mainan apa yang ingin ia mainkan saat itu. Ia ingin membaca cerita dulu ataukah belajar alphabet dulu. Dimana ia ingin membaca cerita bersama, di ayunan belakang ataukah di karpet puzzle. Hal hal demikian membantu membuatnya lebih percaya diri. Ia juga belajar membuat keputusan dan tanggung jawab. Hindari banyak mendikte, apalagi hal hal yang menimbulkan kontradiksi. Anda seringkali menegur anak Anda agar makan dengan tenang di meja makan, padahal kakak tertuanya atau bahkan Anda kadang makan di atas sofa sambil nonton TV.

3. Jika Anda benar benar sibuk saat itu, sedang anak Anda butuh teman bermain, berkompromilah dengannya. Katakan Anda butuh waktu sekian menit atau sekian jam, setelahnya baru anda free dan bisa bermain. Ajak ia melihat jam dinding, buat janji yang mampu Anda tepati. Jangan sampai Anda buat janji palsu demi untuk menenangkan atau menghibur anak.

4. Dan segeralah mengatur floor time. Metode dalam sebuah moment dimana orang tua dan anak menghabiskan waktu bersama untuk berinteraksi dan bermain secara efektif dan berkualitas, biasa disebut floor time. Apalagi jika Anda orangtua yang punya kesibukan kerja diluar rumah, maka pandai pandailah mengatur kapan saja Anda punya floor time untuk anak anak. 20 - 30 menit floor time sehari sangat berharga bagi anak Anda. Floor time dapat dilakukan kapanpun dimanapun, saat di rumah, di mobil, di taman bermain, sebelum berangkat kerja di pagi hari atau seletelah beraktifitas.

Kali ini Anda betul betul harus ikut bermain. Seringkali kita menemukan orangtua yang berkutit dengan gadget saat mengajak anaknya bermain. Libatkan diri, tertawa lepas, melakukan banyak kontak fisik, membuat ekspresi dan gerakan lucu, selain menjalin kedekatan emosi dengan anak, hal ini pun berguna untuk orangtua yang ingin melepas stress.

Selain itu, bermain yang melibatkan orang tua dan anak secara efektif, akan membentuk emosi positif yang akan mengoptimalkan tumbuh kembang otak anak. Emosi positif menekan kadar kortisol (Stress hormone) sehingga meningkatkan asupan glukosa pada hippocampus, bagian dari otak besar yg berperan pada kegiatan mengingat dan navigas ruangan. Dengan begitu, hippocampus cukup punya energi menjalankan fungsinya sebagai pusat memori (ingatan).

5. Be a good listener! Berapa banyak orangtua bicara dan berapa banyak mereka mendengar? Anak anak itu ekspresif dan butuh banyak bicara. Tentu saja mereka pun butuh banyak didengar. Tidak sedikit kita menemukan orangtua yang mengabaikan anak ketika ia sedang berceloteh. Ada kalimat kalimat yang kadang kurang dimengerti orangtua namun mereka hanya menangguk mengiyakan lalu sibuk dengan hal lain. Apa Anda ingin anak Anda merasa remeh dan tidak percaya diri? Maka jangan mengeluh ketika mendapati anak tidak mendengarkan Anda ketika berbicara atau melarang dari sesuatu. Anak pandai menjadi imitator, secara alamiah begitu.

Saat mendengar mereka bercerita, buatlah kontak mata yang baik. Ikut berdialog dan beri respon dengan pertanyaan pertanyaan, bukan sekedar anggukan dan kata "oh gitu". Di waktu waktu tertentu ketika anak diam, minta ia agar bercerita. Tanyakan banyak hal dan buat pujian.

ANAK TANTRUM, STAY CALM MOM !

Illustration by Emma Weisman

Anak Anda tiba tiba menangis keras, memukul, menggigit, mencubit, melempar barang, berguling di lantai, atau berteriak? Ya, ledakan kemarahan secara tiba tiba demikian disebut temper tantrum. Kadang kadang temper tantrum yang kemudian disingkat tantrum menjadi tidak terkendali, itu sebabnya banyak orang tua yang akhirnya hilang kendali dan ikut berteriak marah, memukul, berkata kasar atau tindakan frustasi lainnya. Sikap demikian segeralah hindari dan perbaiki sebab tidak akan menjadi solusi dan justru memperburuk emosi dan mental anak. Lalu bagaimana?

Tantrum pada anak di usia 1 - 4 tahun adalah hal wajar, meski tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak anak di atas usia tersebut. Pada usia demikian, anak memiliki kemampuan komunikasi verbal yang terbatas. Keinginan anak yang tidak diimbangi dengan kemampuan verbal tersebut yang menjadi salah satu penyebab ia mudah frustasi dan meluap luap. Belum lagi di usia 2-3 tahun, sikap egosentris anak meningkat. 

Identifikasi penyebab tantrum anak



Kebersamaan orangtua dengan anak juga quality time yang seimbang, mempengaruhi bagaimana orangtua mengenal anak. Pun berpengaruh dalam mengidentifikasi pola perilaku anak. Saat anak tantrum, yang Anda butuhkan adalah memperlihatkan ketenangan dan bukan kemarahan. Jika Anda merasa diliputi emosi, sebaiknya beri Anda waktu untuk menenangkan diri dahulu baru kembali menemui anak. Saat tenang, Anda akan lebih mudah mencari tahu pemicu tantrum anak. Apakah anak tengah lapar, mengantuk, kelelahan, frustasi karena mainannya dirampas, keinginan tidak terpenuhi, terlalu banyak dikte dan larangan dari orangtua, dan sebagainya.

Solusi

Bila orangtua sudah mampu menemukan pemicu tantrum anak, ini tentu memudahkannya dalam mengambil langkah selanjutnya dalam menemukan solusi. Mengatasi anak tantrum gampang gampang susah. Anda perlu banyak bersabar. Bilamana anak berhenti tantrum hari ini, tidak ada jaminan ia tidak mengulang esok hari. Namun mengulang ulang hal baik ialah metode mendidik terbaik.


1. Saat anak mulai tantrum dan sulit diredakan hanya dengan ditegur dan diajak bicara dengan baik, Anda bisa dekati anak dengan lembut, merangkul atau memberi pelukan hangat. Jika anak merasa nyaman dan memberi tanda tanda akan reda tantrumnya, ajak bicara dengan tetap melakukan sentuhan. "Kakak ingin apa? Apa sedang mengantuk? Kakak tidak perlu beteriak dan menangis, kakak hanya perlu datang pada Bunda, tunjuk atau katakan apa yang ingin kakak lakukan. Beteriak seperti itu sangat mengganggu orang lain."

Pada usia 2 - 4 tahun, anak mulai bisa diajak berkompromi, jadi Anda tidak hanya harus mengalihkan perhatian anak pada yang lainnya jika ada keinginan keinginan anak yang belum bisa Anda penuhi. Ajak anak Anda berdiskusi, ajarkan bahwa tidak semua keinginan kita bisa terpenuhi. Ada usaha, menunggu, sabar, dan berdoa.

2. Jurus andalan melawan tantrum paling berguna adalah cuek. Ya, Anda hanya perlu mengabaikan anak Anda ketika berulah. Kerjakan hal lain dan stay calm. Ini membantu anak berpikir bahwa tidak ada gunanya ia marah marah atau menangis keras, keinginanya tidak akan terwujud dengan kemarahan. Anda boleh abaikan kemarahannya sambil bicara dengan tegas tanpa harus kontak mata atau kontak fisik dengannya, namun pastikan anak Anda mendengar dengan jelas. Katakan bahwa jika ingin keinginannya terpenuhi, seorang anak biasanya mengatakan keinginanya dengan cara yang baik. Tidak ada suka melihat seseorang marah marah, berguling guling dan menjerit. Bahkan kucing pun akan merasa terganggu dan tidak merasa kasihan. Anak anda akan belajar disiplin dari sikap tegas orangtuanya. Ingat, Anda hanya perlu tegas, tidak emosi.

3. Saat anak Anda masih diliputi kemarahan dan membuat ulah, coba dengan jurus time out. Tidak perlu mengurungnya di kamar mandi atau ruangan gelap. Kadang kadang berefek jera, namun dapat membuatnya menjadi penakut dan pengecut. Letakkan anak Anda di pojok ruangan atau diatas kursi yang terpisah jarak dari Anda namun Anda tetap bisa mengawasinya diam diam. Minta ia untuk merenung dan menenangkan diri. Jika sudah tidak lagi marah, boleh datang kepada Anda dan meminta maaf. Setelahnya ia baru boleh bermain lagi. Biasanya kurang dari 5 menit, ia sudah akan mulai memanggil nama Anda tanda tantrumnya reda. Beri pujian, pelukan atau sekali sekali boleh dengan reward jika sudah mampu mengatasi amarahnya.

4. Dan hal lain yang penting untuk diperhatikan ialah menyamakan pola asuh Ibu, Ayah, Nanny atau yang lainnya. 

Sedini mungkin membantu anak Anda mengatasi emosinya sendiri, berpengaruh baik pada sikap dan mentalnya di kemudian hari.

Soo.. Keep Calm, Parents !

KESEHATAN ANAK, KEBAHAGIAAN ORANGTUA

*Dr. Nancy saat sedang memeriksa kondisi fisik anak di Tweede Daycare*


*Di Tweede Daycare, setiap satu bulan sekali orangtua dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter mengenai tumbuh kembang balitanya :)* 


Anak adalah karunia dan rahmat dari Yang Maha Esa, kehadirannya menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga. Oleh karena itu kita berkewajiban untuk menjaga, menyayanginya, mendidik, mengarahkan dan mengasuh mereka dengan sebaik-baiknya. 

Selain pendidikan, kesehatan anak juga menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Dalam pemeliharaan kesehatan anak balita, pemberian gizi yang sesuai sangat berpengaruh besar terhadap kondisi kesehatan dan juga daya tahan tubuh anak.

Orang tua harus memperhatikan dengan jeli kebutuhan gizi dan nutrisi untuk tumbuh kembang buah hati mereka sejak dini. Di usia kehamilan enam bulan sampai anak menginjak usia tiga tahun, adalah masa paling penting bagi tumbuh kembang anak. Dalam masa itu, mereka membutuhkan berbagai macam nutrisi-nutrisi penting. Lantas, bagaimanakah cara orang tua memenuhi nutrisi yang diperlukan buah hati mereka?. Salah satunya adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI). ASI merupakan makanan yang paling lengkap dan seimbang. ASI mengandung semua kebutuhan gizi yang diperlukan anak. Banyak mengandung antibodi, protein, mineral dan vitamin terbaik yang tidak tergantikan oleh sumber makanan lainnya dan tentunya amat baik untuk kesehatan anak.

Karena itu, yuk kita berusaha untuk memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dalam kehidupan buah hati kita :)